Ayahkeren.id – Orangtua tidak selamanya bersama anak. Maka jangan biarkan anak-anak selalu bergantung pada bantuan orangtuanya. Tumbuhkan kemandirian dalam diri mereka, agar dapat menolong dirinya sendiri memenuhi kebutuhannya, secara bertahap mulai dari:

  • Kebutuhan hariannya (makan, minum, mandi, berpakaian, pipis, BAK, dan lain-lain).
  • Kebutuhan bermain (menyimpan mainan, mencari barang yang hilang, inisiatif bermain).
  • Kebutuhan belajar (mencari referensi, menggunakan kamus, menggunakan search engine, mengatur jadwal belajar, dan lain-lain).
  • Kebutuhan rumah tangga (memiliki beberapa tanggungjawab mengurus rumah, misal mencuci pakaian keluarga, atau menyiram tanaman, membuang sampah, memasak camilan, dan sebagainya).
  • Kebutuhan finansial (menyimpan uang saku, mengelola pengeluaran, mencari pendapatan sendiri, misal dengan memberi les pada adik-adik yang lebih kecil, dan lain-lain).

Kemandirian tersebut dapat mulai dilatihkan sejak anak-anak berusia 1 tahun ke atas, dengan tahapan latihan kemandirian yang seusai dengan tahapan usianya. Makin besar anak, makin baik koordinasi fisik dan psikisnya, maka chekclist kemandirian yang bisa dilatihkan pada anak bisa semakin bertambah. Mulailah dengan keterampilan mengurus diri sendiri dulu.

  • Kondisi badan anak hendaknya fit, rutin berolahraga dan berkegiatan di alam terbuka.
  • Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
  • Berikan waktu untuk bermain bebas
  • Membantu tugas rumah
  • Biarkan mengurus waktu sendiri dalam urusan sekolah dan bermain
  • Berikan tanggung jawab dan mintai pertanggungjawabannya
  • Motivasi anak dengan mengingatkan bahwa orangtuanya tidak akan selamanya bersama anak

Dalam proses pendampingan melatih anak untuk mandiri, terus memberikan motivasi dan apresiasi pada anak-anak bila berhasil melakukan sesuatu yang terkait dengan perkembangan kemandiriannya. Jangan pernah mengkoreksi hasil pekerjaan anak-anak di depannya, tetapi lakukanlah saat ia tidak melihat. Hal ini untuk menjaga semangat dan kepercayaan dirinya dalam berproses menjadi anak mandiri.

Terakhir, upaya pelatihan kemandirian anak akan berhasil bila terus dilakukan dengan konsisten, dan jangan lupa berikan teladan. Mulailah kemandirian dari diri orangtua sendiri, agar aura kemandirian tersebut menular pada anak-anak. Selamat mencoba, yah!

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.