Ayahkeren.id – Mengonsumsi junk food tentunya lebih menggiurkan dibanding sayur atau makanan yang menyehatkan. Namun tahukan Anda, mengonsumsi junk food ternyata dapat meningkatkan risiko alergi pada si kecil.  Benarkah fakta ini? Simak lengkapnya berikut ini!

Memiliki beragam rasa, mulai dari gurih, manis, dan asin. Junk food tentunya menjadi pilihan menu yang menyenangkan bagi si kecil, namun ternyata di balik nikmatnya. Junkfood ternyata dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Peneliti juga menemukan anak-anak yang mengonsumsi junkfood, mengalami peningkatan alerg makanan. Meskipun bukan satu-satunya alasan, sebab alergi makanan juga bisa disebabkan oleh genetika dan lingkungan. Juga beberapa faktor di bawah ini.

WAKTU PENGENALAN MAKANAN

Terlambat mengenalkan makanan yang sering menyebabkan alergi, seperti kacang atau telur bisa memungkinkan peningkatan risiko terjadinya alergi makanan di kemudian hari.

TERLALU BERSIH

Terlalu sering menggunakan antibakteri atau pembersih akan membuat kekebalan tubuh anak kurang toleran terhadap patogen (zat penyebab penyakit).

PERUBAHAN IKLIM

Perubahan suhu yang tak menentu juga dapat memengaruhi kinerja sistem kekebalan tubuh dan mengarah pada peningkatan risiko alergi makanan.

GEN & LINGKUNGAN

Paparan ibu hamil pada alergen, seperti polusi dan bahan kimia bisa memengaruhi kesehatan janin. Pola makan yang kurang sehat juga bisa memengaruhi bakteri yang tinggal di usus yang berkaitan dengan sistem imun.

ANTIBIOTIK

Selain junk food, penggunaan antibiotik lebih dini pada anak dapat meningkatkan risiko anak kena alergi. Selain itu, antasida yang dikonsumsi anak-anak juga bisa memengaruhi pH lambung dan cara usus mencerna dan menyerap nutrisi makanan sehingga risiko alergi makanan dapat meningkat.

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.