Ayahkeren.id – Seiring dengan berkembangnya balita, Anda akan mengalami momen di mana anak-anak menjadi sangat posesif terhadap benda atau orang yang ada di sekitar mereka. Perilaku ini sesungguhnya dapat dimaklumi sebagai fase pertumbuhan si kecil. Berikut kiat menghadapinya!

PENYEBAB

Fase posesif dimulai sejak anak berusia 18 bulan – 4 tahun. Fase ini merupakan tahap perkembangan yang normal, karena di fase ini balita belajar untuk memahami konsep kepemilikan, ikatan, dan identitas dirinya.

APAKAH BISA DIUBAH?

Menghadapi anak posesif memang sulit dan penuh tantangan. Namun, yang perlu Anda ketahui adalah sharing atau berbagi bukanlah konsep yang bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak. Jadi, jika Anda ingin melatih anak posesif jadi lebih ikhlas berbagi, maka Anda perlu membimbing anak dengan sabar. Belajar berbagi untuk anak itu membutuhkan proses dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk membantu prosesnya:

LATIH IA BERBAGI DENGAN ORANG TUA

Latih anak Anda mulai berbagi dengan orangtuanya sendiri. Ini akan lebih mudah karena mereka tahu Anda tidak akan merebutnya, dan mereka bisa meminta mainan mereka kembali.

BIARKAN IA BERSOSIALISASI

Sering-sering pergi ke taman bermain. Ajak si kecil untuk main di luar. Ini adalah tempat terbaik untuk anak belajar bersosialisasi, berbagi mainan, dan main bergantian bersama dengan teman-temannya. Kalau anak mau membawa mainan sendiri dari rumah, mintalah anak Anda untuk menyisihkan setidaknya satu mainan yang boleh dipinjamkan pada orang lain.

BERSABARLAH

Bersabarlah saat mengajari anak Anda berbagi. Lama-lama fase anak posesif ini akan berkurang juga.

MENJADI CONTOH

Selain karena memang sedang melewati fase tertentu, anak posesif juga bisa meniru perilaku negatif ini dari lingkungan di sekitarnya. Maka, penting bagi orangtua untuk menjadi teladan bagi anak dengan mau saling berbagi. Hindari berebut hal-hal yang sepele atau tidak perlu di depan anak.

Demikian tips, semoga bermanfaat yah!

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.