Ayahkeren.id – Berbeda pendapat itu biasa, namun jika sampai tidak bisa disembunyikan dari buah hati, dan berlangsung berkali-kali. Ternyata dapat memicu dampak buruk bagi si kecil. Baca selengkapnya berikut ini.

MEMICU TRAUMA

Pertengkaran didepan si kecil dapat memicu trama, yang terjadi adalah anak akan merasa takut pada Anda dan pasangan, atau bisa juga berusaha menghindar dari Anda berdua. Tak hanya itu, anak yang trauma akibat pertengkaran orangtuanya juga akan lebih sering murung, banyak menyendiri, atau suka menangis.

JELASKAN DENGAN BAIK MAKNA PERTENGKARAN PADA ANAK

Jika pertengkaran tidak bisa dihindarkan hingga terlihat oleh si kecil, sebaiknya Anda dan pasangan segera memberikannya pengertian. Jelaskan pada anak apa yang baru saja terjadi, agar ia tidak merasa tertekan atau sedih. Jelaskan juga, bahwa dengan bertengkar ini ibu dan ayah jadi paham apa yang disukai dan tidak disukai, seperti si kecil dan temannya di sekolah.

Katakan juga bahwa ibu dan ayah akan belajar agar bersikap lebih baik nantinya. Sedangkan jika bertengkar di depan anak yang berusia remaja, orangtua bisa menjelaskan dengan jujur.  Jelaskan bahwa setiap orang punya perbedaan pendapat, termasuk ibu dan ayah. Penjelasan yang jujur pada anak usia remaja ke atas penting dilakukan. Ini perlu dilakukan agar anak paham kondisi orang tua dan merasa dipercaya dan dilibatkan dalam keluarga.

CARA ATASI TRAUMA

Apabila pertengkaran di depan anak betul-betul tidak dapat dihindari, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua. Pertama, tanyakan apa yang dipikirkan dan apa perasaan anak setelah melihat Ibu dan Ayahnya bertengkar. Dengarkan penjelasan anak baik-baik, pahami persepsi dan perasaan mereka. Setelahnya, orangtua bisa melakukan edukasi. Edukasi maksudnya dengan memberikan penjelasan kepada anak tentang pertengkaran yang terjadi. Setidaknya, katakan pada anak, bahwa pertengkaran ini hanya sesaat, Ibu dan Ayah juga sudah berbaikan setelahnya. Ibu dan ayah kemudian bisa melihat bagaimana reaksi dan dampak ke anak beberapa hari atau minggu kemudian. Apabila sikap anak tidak berubah, masih ceria seperti biasa, orangtua sebisa mungkin jangan menunjukkan lagi pertengkaran tersebut.

Namun, bila masih ada keluhan, misalnya anak jadi murung terus menerus, dan masih takut kepada Ayah Ibu, sebaiknya segera dibawa ke profesional, misalnya psikolog. Demikian infonya, semoga bermanfaat yah!

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.