Ayahkeren.id – Dalam feng shui, posisi rumah tusuk sate memang sebaiknya dihindari sebab dipercaya membawa banyak pengaruh buruk bagi penghuninya. Menurut Mauro Rahardjo pakar feng shui, rumah di lokasi tusuk sate memang memiliki pengaruh yang kurang baik, sebab memiliki aliran chi yang sangat kuat, saking kuatnya maka aliran chi tersebut justru akan merusak.

Efeknya sendiri bermacam-macam, mulai dari kesehatan menurun, keuangan yang menipis sampai rusaknya keharmonisan dalam keluarga. Namun hal buruk ini hanya akan dialami oleh penghuni yang tidak cocok dengan lokasi tersebut saja. Berikut ini beberapa cara yang dipercaya dapat menghilangkan efek negatif rumah tusuk sate pada hunian. Apa sajakah itu? Check these out!

MELIHAT KUA PENGHUNI

Ada tiga macam kua, yaitu kua lemah, sedang, dan kuat. Kua lemah yaitu 1, 6, dan 8. Kua sedang 3, 4, dan 7, dan kua kuat adalah 2, 5, 9. Cara menghitungnya bagi laki-laki, hitung jumlah angka seratus dikurang dua angka terakhir tahun kelahiran. Kemudian jumlah tersebut dibagi dengan angka 9. Sisa dari hasilnya adalah angka kua. Untuk wanita, dua angka terakhir tahun kelahiran dikurang empat, kemudian dibagi 9. Sisanya adalah angka kua Anda.

Menurut pakar feng shui, penghuni dengan angka kua yang masuk ke dalam kategori kuat, malah cocok untuk tinggal di fengshui rumah tusuk sate. Begitu pula dengan sebaliknya, mereka yang dengan angka kua rendah tidak diharapkan untuk menempatinya.

TUTUP AKSES MASUK HUNIAN DENGAN PEPOHONAN RINDANG

Caranya dengan Meninggikan tanah sebelum mendirikan rumah. Dengan meninggikan tanah kurang lebih dengan tinggi 1,5 meter, maka aliran chi akan menabrak tanah yang ditinggikan, sehingga tidak akan merusak chi di dalam rumah.

ARAH PINTU MENYERONG

Cara yang lain adalah dengan membuat pintu serong. Dengan cara-cara tersebut, nasib sial yang disajikan rumah tusuk sate bisa dihindari.

Demikian info yah, semoga bermanfaat!

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.