Ayahkeren.id – Tahukah Anda 40 Juta anak Indonesia di bawah usia 5 tahun menjadi perokok pasif. Perokok pasif adalah orang yang secara tidak sengaja menghirup udara yang sudah dicemari oleh asap rokok dari perokok aktif. Dari segi risiko yang ditimbulkan perokok pasif justru lebih beresiko mengalami berbagai macam gangguan kesehatan. Terlebih jika perokok pasif adalah anak-anak yang belum memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Simak lebih lengkapnya berikut ini yah!

Banyak kasus kematian pada bayi di Indonesia akibat paparan asap rokok. Tak hanya itu, bayi lain juga meninggal akibat radang paru-paru akut (pneumonia) pada tahun 2013. Paparan asap yang menempel pada baju Ayahnya yang juga seorang perokok aktif.

Bahaya perokok pasif diantaranya, asma, iritasi mata, infeksi pernapasan, bronkitis, pneumonia, meningitis, infeksi telinga dan sindrom kematian mendadak pada bayi SIDS, hingga kerusakan permanen pada pembuluh darah. Kerusakan tersebut berupa penebalan dinding pembuluh darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Bagaimana dengan Asap Rokok Yang Menempel Pada Baju?
Ternyata bukan hanya asap rokok yang dihirup oleh anak di sekitar perokok aktif yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, asap rokok yang sudah menempel pada baju, rambut, lantai, karpet, kursi mobil dan benda-benda lain di sekitar anak dan bayi juga bisa sangat membahayakan kesehatan mereka.

Kandungan bahan kimia beracun pada rokok dikatakan memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Sehingga jika perokok aktif merokok dalam suatu ruangan, maka benda-benda yang ada pada ruangan tersebut juga ikut tercemar oleh zat beracun. Asap rokok sendiri menyebar dengan sangat cepat dan bertahan di dalam udara dalam waktu yang lama sekitar 2-3 jam, bahkan saat ventilasi (jendela atau pintu) ruangan dibuka.

Nah, bagi Anda yang juga perokok pasif saat berada di lingkungan kantor maupun area publik lainnya, sebaiknya segera mengganti baju yang Anda kenakan sebelum berdekatan dengan anak dan bayi di rumah. Jangan lupa mencuci tangan dan muka setelah bepergian dan sebelum berdekatan dengan bayi dan anak Anda. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan adanya thirdhand smoke.

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.