Ayahkeren.id – Tidak ada yang lebih menyakitkan dari dikecewakan anak sendiri. Namun dengan strategi dan pendekatan yang tepat, Anda bisa membuka pintu maaf dan membangun kembali kepercayaan yang hilang. Berikut beberapa kiatnya membangun kembali kepercayaan Anda yang hilang pada anak yah!

JANGAN MENGHAKIMI

Anak, terutama saat usia remaja, pada dasarnya impulsif dan emosional. Orang dewasa sudah memiliki kemampuan bernalar untuk mengantisipasi konsekuensi dari setiap tindakan. Sebelum menghakimi anak, pastikan Anda tahu dulu apa alasan mereka melakukan hal tersebut. Jangan sampai emosi membutakan hati Anda sebelum sempat mendengarkannya.

PAHAMI PERASAANNYA

Salah satu cara membangun kepercayaan yang sering diabaikan orangtua adalah memahami perasaan anak. Seberapa marah dan kecewa Anda pada anak, ia juga punya perasaan yang perlu diperhatikan dan didengar. Karenanya langsung ngomel atau bahkan menghukum anak tidak akan menyelesaikan masalah. Cara ini justru memicu masalah baru.

KENDALIKAN AMARAH

Anak adalah peniru yang ulung. Cara Anda menghadapi masalah akan memengaruhi bagaimana anak menyelesaikan masalahnya pula. Maka, jangan kepalang emosi dulu ketika Anda mengetahui bahwa anak berulah. Dengarkan penjelasan dari anak sampai tuntas, barulah Anda jujur menyampaikan rasa kecewa di hadapannya. Namun, Anda tetap harus memberi tahu dengan nada suara yang hangat dan lembut. Jangan dengan nada yang memojokkan atau merendahkan. Cara ini efektif untuk membantu membangun kembali kepercayaan orangtua terhadap anak.

BERI KESEMPATAN ANAK MEMPERBAIKINYA

Walau Anda merasa kecewa, katakan padanya bahwa Anda percaya ia mampu berubah menjadi lebih baik. Tidak hanya untuk Anda, tapi juga untuk dirinya sendiri. Jelaskan bahwa membuat kesalahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan; asal kita bisa belajar dari itu dan tidak terus mengulangi kesalahan yang sama.

Cara membangun kepercayaan ini penting dilakukan untuk membantu Anda memantau setiap tindakannya. Demikian tips, semoga bermanfaat!

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.