Ayahkereni.id – Banyak orang mengira bahwa menjadi seorang freelancer di rumah itu sangat mengasyikkan. Nah, bagi kamu yang tertarik menjadi seorang pekerja lepas atau berencana mengundurkan diri dari kantor tempat bekerja saat ini, sebaiknya pikirkan matang-matang terlebih dahulu tantangan-tantangan yang akan kamu hadapi ketika menjadi pegawai lepas berikut ini.

PENDAPATAN TAK TETAP

Perbedaan utama seorang karyawan dan freelancer ada pada pendapatan. Jika karyawan akan mendapatkan gaji yang sama setiap bulannya, seorang freelancer hanya mendapatkan pemasukan sesuai dengan proyek yang mereka kerjakan. Pendapatan yang diperoleh pun bisa lebih besar atau lebih kecil karena ‘masa-masa paceklik’ bisa datang kapan saja. Siasati hal ini dengan menciptakan sumber pendapatan lain, seperti membuka usaha kecil-kecilan.

TIDAK MEMILIKI ASURANSI

Hal lain yang tidak akan didapatkan oleh seorang freelancer adalah tunjangan asuransi. Sudah dipastikan klien pemberi proyek tidak mau berrepot-repot memberi asuransi kesehatan pada pegawai lepasnya. Itu artinya, kamu harus membeli asuransi sendiri jika ingin tetap memiliki asuransi yang menjamin biaya kesehatanmu.

TIDAK MEMILIKI TUNJANGAN

Kebahagiaan paling besar dari seorang karyawan perusahaan adalah mendapatkan tunjangan akhir tahun, hari raya, dan tunjangan lainnya. Sebab besarannya bisa sampai satu kali gaji atau bahkan lebih. Berbeda dengan seorang freelancer, yang tidak mendapat apa-apa dari klien pemberi proyek di hari-hari besar ini. Sangat jarang rasanya perusahaan yang memberikan macam-macam tunjangan pada seorang freelancer.

ITAS MENDUKUNG

Menjadi freelancer berarti mengurus segalanya sendiri termasuk menyisihkan anggaran untuk bayar listrik, internet, dan biaya pembelian peralatan penunjang lainnya. Tentu hal ini berbeda dengan karyawan kantoran yang memberikan fasilitas pendukung macam laptop, internet gratis, listrik gratis hingga tunjangan makanan harian.

BANYAKNYA DISTRAKSI

Bekerja dirumah gangguan bisa datang dari mana saja. Entah itu dorongan untuk bersantai seharian atau gangguan dari keluarga, misalnya suara adik yang menangis terus menerus. Jauh berbeda tentunya dengan bekerja dikantor yang minim distraksi, karena memang tempatnya bekerja.

Demikian tantangan yang akan kamu hadapi jika menjadi seorang full time freelancer. Apakah kamu tetap yakin memutuskan menjadi seorang freelancer?

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.