Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, para ilmuwan akhirnya berhasil memetakan seluruh genom manusia (DNA). Sebuah tim peneliti baru telah melaporkan bahwa mereka telah menguraikan 8% genom kita yang hilang. Penemuan ini merupakan terobosan dalam ilmu pengetahuan dan akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang biologi manusia.
itu Proyek Genom Manusia menguraikan sebagian besar genom manusia pada tahun 2003. Proyek ini terdiri dari koalisi besar ilmuwan yang memetakan 92% DNA manusia. Namun, karena keterbatasan, para ilmuwan tidak dapat memetakan bagian-bagian tertentu dari DNA.
Untungnya, berkat kemajuan dalam pengurutan genetik, para ilmuwan akhirnya dapat menguraikan sisa 8% DNA manusia. Terobosan tersebut dilakukan oleh para peneliti di Konsorsium Telomer ke Telomer (T2T).
DNA manusia lengkap
ilmuwan memiliki akhirnya diterbitkan urutan lengkap genom manusia pada 31 Maret 2022. Terobosan ini merupakan puncak dari 30 tahun penelitian dengan Proyek Genom Manusia, yang dimulai pada tahun 1990.
“Genom manusia lengkap untuk pertama kalinya membuat ratusan gen dan bagian gen yang kita ketahui penting untuk kesehatan manusia dapat diakses, tetapi sulit untuk diurutkan dan dianalisis. Dengan demikian, kita akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk membuat asosiasi genetik dengan penyakit dan dengan demikian membuat penemuan baru.»
Evan Eichler, salah satu ketua konsorsium T2T.
Genom manusia yang lengkap akan memberi para peneliti sumber daya yang tak ternilai untuk mempelajari struktur genetik, variasi, evolusi spesies, dan kesehatan manusia. Para ilmuwan telah mulai melacak variasi DNA manusia untuk mempelajari bagaimana genetika kita mempengaruhi kondisi kesehatan kita.
